Ketika senja mulai meluruh ke bumi, ia akan duduk di depan di jendela. Selalu, hampir setiap hari. Ia tahu tak ada yang berbeda di setiap senja yang hadir dalam hari-harinya. Semua senja sama saja. Cokelat, kelabu, hitam, dan sunyi. Tapi ia selalu merindukan desau angin pada waktu senja.
