Rendezvous

Kita bercerita tentang negeri yang jauh, yang lalu:

Tentang burung-burung dan langit biru
Dan laut yang seperti lukisan dengan pewarna tak cukup
Piramyda
Seine
Amazone
Ujung tahun di Fiji
Mungkin juga Niagara
Semuanya tidak ada dalam dongeng ibuku
Karena ia tak ingin aku hilang ditelan kastil-kastil tua
“Tak ada seorang pun Ibu yang ingin anaknya jadi pengembara,” bisikmu.

Kita masih melangkah di bawah matahari dengan terik yang asing
Pelan, lalu benar-benar tak pernah ingin pulang
Sesekali mengirim pesan dengan isi yang tak pernah berubah
Tentang rindu yang ah, lama-kelamaan kian memudar
Kita masih berdoa agar rasa itu tak pernah benar-benar hilang

Kau masih takut kutukan tanah lahir? Ha-ha-ha

 “Secangkir kopi untuk kita. Lupakan rindumu.”

Kita terbahak-bahak di taman yang meriah tanpa pernah memikirkan pulang




Posting Komentar

0 Komentar